Selain kegembiraan menyambut datangnya Lebaran, satu hal yang sering membuat khawati adalah kondisi keluangan setelah Lebaran usai. Tanpa pandang bulu, hampir semua kalangan pernah mengalaminya, mulai dari pembantu rumah tangga hingga pekerja kantoran. Padahal, ada beberapa tips mengatur keluangan keuarga ketika lebaran, apalagi banyak pusat perbelanjaan mengadakan promo Lebaran 2019. Berikut ini ada tips mengelola keuangan keluarga ketika Lebaran agar setelah Lebaran Anda tidak mengalami kesulitan keuangan.

Tips Mengatur Keuangan Keluarga Saat Lebaran

– Menyusun Pengeluaran

Anda bisa membuat dafta pengeluaran dengan menyusun semua hal yang menjadi pengelaran Anda. Jangan sampai ada yang terlewat, terutama yang berpotensi menjadi pengeluaran yang besar. Semakin kempherhensif dan detail catatan Anda semakin baik. Jadinya lebih akurat menjabarkan pola pengeluaran.

– Ketahui Prioritas

Ketahui Prioritas

Tidak semua pengeluaran itu penting. Ada yang penting namun banyak juga yang sekunder atau tersier. Pisahkan yang menjadi kebutuhan utama dengan kebutuhan tersier. Tentunya yang paling mengetahui prioritas adalah Anda sendiri dan keluarga. Jangan sampai menentukan prioritas terpengaruh atau bahkan di kendalikan oleh orang lain. Itu nantinya bisa menyulitkan Anda. Sebaiknya miliki alasan yang kuat ketika menentukan prioritas sebuah pengaluran. Hal ini membut Anda bisa bertahan menghadapi situasi sulit.

– Anggaran Lebaran

Berpatokan pada rencana pengeluaran yang telah dibuat, Anda membandingkan rencana pengeluaran dengan penghasilan. Cukup atau tidak, penghasilan Anda untuk membiayai rencana pengeluaran yang telah disusun. Bila penghasilan cukup, itu tentu sangat menyenangkan. Tidak harus memangkas apapun. Hal yang bisa menjadi masalah, penghasilan biasanya tidak cukup.

Rencana pengeluaran umumnya jauh lebih besar daripada pendapatan. Ada gap di antara kenyataan dan keinginan. Kalau begitu, harus memangkas pengeluaran. Memangkas pengeluaran dikerjakan berdasarkan prioritas yang telah dibuat pada awal. Hasilnya Anda telah membuat rencana pengeluaran atau anggaran yang sesuai dengan pendapatan.

– Eksekusi Anggaran

Eksekusi Anggaran Lebaran

Ekseskusi anggaran adalah hal yang paling sulit. Saat Lebaran datang, Anda harus disiplin dan memangkas pengeluaran dengan budget yang telah dibuat. Banyak yang gagal disebabkan memang tidak gampang mengubah gaya hidup. Banyak dibuat untuk melanggar catatan pengeluaran yang telah dibuat.

Kuncinya ada di bagaimana Anda sepakat dengan prioritas yang telah dibuat. Sebaiknya ketika menyusun prioritas harus mengajak anggota keluarga agar ikut terlibat. Sehingga, ketika pengeluaran dikurangi, anggota keluarga memahami alasannya dan mendukungnya. Bila anggota keluarga mengerti dan mendukung, Anda bisa lebih disiplin mengatur pengeluaran.

Uang maksimal jelang Lebaran

Hakikatnya bulan puasa itu dapat membuat pengeluaran lebih irit. Hal ini karena dari pagi hingga sore puasa alias tidak minum dan makan. Praktis, anggaran uang jajan selama bulan Ramadhan lebih sedikit. Faktanya tidak begitu. Justru pengeluaran ketika bulan puasa malah berkali lipat. Hal ini bisa jadi karena banyaknya undangan buka puasa dari kerabat, alumni sekolah, teman hingga keluarga besar. Masih ditambah dengan pengeluaran hari raya Lebaran yang harus dicermati.

Selain butuh untuk menyediakan suguhan spesial, Anda juga harus siap-siap mengalokasikan uang angpao untuk keponakan atau keluarga yang masih anak-anak. Pengeluaran dapat semakin besar jika Anda memiliki rencana pulang ke kampung halaman. Untuk karyawan tentu bisa tertolong dengan cairnya THR atau Tunjangan Hari Raya yang umumnya dua pekan sebelum hari Lebaran. Hanya itu belum tentu cukup, bila Anda tidak cermat memaksimalkan keuangan jelang lebaran, Anda bisa mengalami defisit keuangan. Anda bisa menyimak sejumlah tips di bawah ini.

– Selektif

Selektif Saat Berbelanja Saat Lebaran

Bulan puasa menjadi saat bagi Anda untuk mengontrol hawa nafsu. Waktu bulan puasa ini bisa juga Anda jadikan untuk mengontrol keuangan. Anda bisa lebih elektif ditambah ditambah menahan diri jadi adonan untuk menjaga pos pengeluaran yang pas dengan rencana. Misalnya ketika beli produk perawatan diri, sebaiknya yang berkualitas seperti SK II, Nature Republic atau Laneige. Dengan beli produk berkualitas, Anda cukup hanya sekali beli dan tidak perlu coba-coba, karena sudah pasti bagus kualitasnya.

– Jadwal Belanja

Banyak rang mulai konsumtif menjelang Lebaran. Ini fakta yang tidak bisa dibantah. Akibatnya momen ini berakibat banyak orang melakukan pembelian dengan impulsif. Maksudnya belanja dan mengeluarkan uangnya tanpa perencanaan. Pastinya membuat bahaya saldo rekening jika terjadi.

– Optimalkan Waktu

Bulan puasa merupakan bulan penuh berkah. Anda harus yakin mengenai itu. Silakan bercermin pada orang lain yang mana dapat memaksimalkan pendapatan di bulan puasa dengan melakukan beberapa pekerjaan sampingan.

– Kontrol Anggaran

Kontrol Anggaran

Sebaiknya sebelum hari pertama bulan Ramadhan dimulai, Anda telah memiliki anggaran berapa uang selama bulan Ramadhan. Setelahnya sisihkan dari pendapatan yang Anda dapatkan untuk alokasi anggaran itu. Rinci dengan detail segala pengeluaran bulan Ramadhan. Contohnya saja pos untuk memenuhi acara buka puasa bersama, belanja pada hari raya, zakat, sedekah, hingga angpow untuk sanak saudara.

Iklan